Archive for Juni 2014
Politik
MASUKAN DAN TANGGAPAN MASYARAKAT TERHADAP DCS PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2014
dikutip dari: http://www.kpud-gresikkab.go.id/index.php/peta-dapil/15-pengumuman/49-masukan-dan-tanggapan-masyarakat-terhadap-dcs-pemilu-legislatif-tahun-2014
Ditulis oleh kpugresik. Diposting di Pengumuman
Setelah KPU
Kabupaten Gresik menetapkan Daftar Calon sementara Anggota DPRD
kabupaten Gresik Pemilu Legislatif tahun 2014, berdasarkan Surat
Keputusan KPU Gresik Nomor: 79/kpts/KPU-Gresik-014.329707/2013 dan akan
diumumkan di media massa cetak maupun di website KPU Gresik selama 5
(lima) hari yaitu tanggal 13-17 Juni 2013. Maka mulai hari ini tanggal
14 Juni 2013, KPU Kabupaten telah membuka kesempatan bagi seluruh
masyarakat Kabupaten Gresik untuk memberikan masukan maupun tanggapan
terhadap DCS anggota DPRD Kabupaten Gresik hanya berkenaan dengan pemenuhan persyaratan administrasi.
Masukan dan tanggapan oleh masyarakat dapat disampaikan secara tertulis
melalui surat/ fax kepada KPU Kabupaten Gresik Jl. Dr. Wahidin SH. No
690, No Telp. Nomor : 031 – 3954513 /no. Fax: 031-3954534 atau email ke
kpu.gresik@gmail.com, dengan ketentuan sebagai berikut:
- masukan dan tanggapan memuat masalah yang jelas,
- melampirkan bukti-bukti,
- pelapor menyertakan identitas yang lengkap dengan disertai kartu tanda penduduk yang masih berlaku,
- pelapor bertanggungjawab atas laporan yang disampaikan.
(ketentuan mengenai masukan dan tanggapan masyarakat dapat dibaca di PKPU no 7 tahun 2013 tentang Pencalonan anggota DPR, DPD dan DPRD).
Masukan dan
tanggapan dari masyarakat dapat diterima oleh KPU Kabupaten Gresik
paling lama 15 (lima belas) hari sejak DCS anggota DPRD diumumkan (14 –
27 Juni 2013).
IAID Darussalam
erakreditasi BAN-PT
Rektor
Dr. H. Fadlil Munawwar Manshur, M.S.
Program Studi
Fakultas Syari'ah (S1)
1. Ahwal Al-Syakhshiyyah (Terakreditasi)
2. Ekonomi Syari'ah
Fakultas Tarbiyah (S1)
1. Pendidikan Agama Islam (Terakreditasi)
2. Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (Terakreditasi)
3. Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Program Pascasarjana (S2)
1. Prodi Pendidikan Islam (Terakreditasi)
Konsentrasi :
a. Pendidikan Agama Islam (PAI)
b. Manajemen Pendidikan Islam (MPI)
c. Supervisi Pendidikan Islam (SPI)
Sarana Prasarana dan Kegiatan
Rektor
Dr. H. Fadlil Munawwar Manshur, M.S.
Visi
Menghasilkan akademisi muslim yang memiliki ketajaman intelektual , ketangguhan iman, kepekaan nurani dan kekuatan moral.
MisiMenghasilkan akademisi muslim yang memiliki ketajaman intelektual , ketangguhan iman, kepekaan nurani dan kekuatan moral.
1. Melaksanakan pengajaran dan mengembangkan ilmu dan nilai-nilai Islam.
2. Memelihara tradisi keilmuan Islam dan sekaligus mendorong pembaharuan pemikiran Islam.
3.
Mengarahkan mahasiswa kepada pemilikan akhlak mulia, pemikiran rasional,
analitis, berorentasi pada pemecahan masalah dan berpandangan jauh ke
depan.
4. Melaksanakan penelitian dalam rangka mengembangkan keilmuan dan pengabdian masyarakat.
5.
Memberikan kontribusi dalam proses pembangunan, khususnya dalam kaitan
dengan upaya memperkuat landasan spiritual, moral dan etik pembangunan.
6. Memberikan kontribusi dalam upaya mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan umat manusia.
Kurikulum Pendidikan
Kurikulum
Institut Agama Islam Darussalam diarahkan pada pemberian pengalaman
belajar yang berorientasi pada kompetensi yang telah ditetapkan. Muatan
kurikulum Institut Agama Islam Darussalam terdiri dari empat unsur
terintegrasi :
1. Unsur yang membangun kemampuan dasar ilmu-ilmu keislaman yang tercermin dalam Mata Kuliah Umum (MKU).
2.
Unsur yang berfungsi untuk mengembangkan kemampuan berfikir
reflektif-filosofis serta kehandalan metodologis dalam menghadapi
problematika keagamaan dan masyarakat yang tercermin dalam Mata Kuliah
Dasar Keahlian (MKDK).
3. Unsur yang berfungsi untuk mengembangkan spesialisasi program studi yang tercermin dalam Mata Kuliah Keahlian (MKK).
4.
Unsur yang berfungsi untuk memperkaya, melengkapi dan mendukung
kemampuan akademik dan profesiaonal mahasiswa yang tercermin dalam Mata
Kuliah Pilihan/Pendukung (MKP).
Fakultas Syari'ah (S1)
1. Ahwal Al-Syakhshiyyah (Terakreditasi)
2. Ekonomi Syari'ah
Fakultas Tarbiyah (S1)
1. Pendidikan Agama Islam (Terakreditasi)
2. Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (Terakreditasi)
3. Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Program Pascasarjana (S2)
1. Prodi Pendidikan Islam (Terakreditasi)
Konsentrasi :
a. Pendidikan Agama Islam (PAI)
b. Manajemen Pendidikan Islam (MPI)
c. Supervisi Pendidikan Islam (SPI)
Sarana Prasarana dan Kegiatan
Sma Plus Darussalam

Terakreditasi A
Kepala
Drs. H. Koko Komaruddin, M.Pd.

Visi
Unggul dalam logika, etika dan estetika secara profesional yang berlandaskan nilai-nilai agama dan budaya.
Misi
1. Meningkatkan pemahaman dan pengalaman ajaran agama.
2. Membentuk kepribadian unggul dan tangguh yang dilandasi iman dan takwa.
3. Meningkatkan kinerja profesional dalam pelaksanaan proses pendidikan pada setiap komponen sekolah.
4. Menumbuhkan minat dan prestasi belajar dengan mengoptimalkan teknik pembelajaran dan sumber daya belajar.
5. Menciptakan manajemen sekolah yang terbuka.
6. Mewujudkan pelayanan prima bagi seluruh komponen yang terkait.
7. Menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman, aman dan demokratis.
8. Memberdayakan semua komponen sekolah untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
9. Menumbuhkan apresiasi seni.
10. Menumbuhkan budaya tertib, budaya bersih dan peduli.
Program dan Kurikulum Pendidikan
Sarana Prasarana dan Kegiatan



SMA Plus Darussalam adalah salah satu Satuan Pendidikan Menengah Tingkat Atas di lingkungan Pondok Pesantren Darussalam Ciamis Jawa Barat. Plusnya adalah menyiapkan para siswanya untuk menguasai ilmu-ilmu eksakta dan mengusai ilmu-ilmu keislaman yang bersumber dari khazanah kitab-kitab modern dan klasik baik yang berbahasa Arab, Inggris, dan bahasa Asing lainnya.
Selain itu juga membekali siswa dengan ketrampilan leadership sebagai bekal hidup bermasyarakat. Sehingga output SMA Plus diharapkan mampu menjadi kader-kader pemimpin umat di masa yang akan datang dengan kekuatan ilmu, ketrampilan, dan keshalehan sosial (Cendekiawan yang ulama). Oleh karena itu SMA Plus Darussalam berupaya menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman untuk belajar dengan jiwa semangat inovatif, ilmiah, dan religius.
SMA Plus menjadi sekolah alternatif untuk pengembangan keilmuan yang bersifat umum dan menekankan wawasan sains.
Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode berimbang antara class activities dan outdor activities berupa dorongan menjalankan organisasi di luar kampus.
Aktivitas organisasi menjadi bagian dari metode pembelajaran langsung sekaligus menjadi pendidikan alternatif. Metode ini membantu membentuk pengalaman untuk memperkaya wawasan, keterampilan dan pemahaman. Metode pembelajaran didukung dengan perpustakaan dan medium pembelajaran multimedia.
Sebagai sekolah yang mengusung kreativitas sebagai student identity, SMA memberi ruang yang luas pada para alumninya.Upaya ini sebagai pembentuk jaringan pertemanan, pengabdian, Studi group setelah lulus dan kerjasama
Selama ini daya kreativitas siswa SMA dibuktikan
dengan berbagai Kejuaraan dalam Olimpiade, kompetisi-kompetisi dan
peraihan Siswa berprestasi
SMA Plus Darussalam dalam kebersamaan, kesungguhaan, harapan menjadimanusia terdidik, berpikir dan berkarya untuk peradaban.
Man Darussalam
Pada paruh 1929, Kyai Ahmad Fadlil (meninggal tahun 1950) ayahanda K.H. Irfan
Hielmy (alm), memulai kisah pendirian Pondok Pesantren dengan sebuah mesjid dan sebuah
bilik sebagai asrama. Santri yang pertama mondok adalah pemuda-pemuda setempat yang tidak
saja diajarai ilmu-ilmu agama tetapi diajak mengolah sawah, bercocok tanam, dan diberi contoh
bagaimana memelihara bilik dan memakmurkan mesjid. Pesantren Cidewa, sebutan untuk
komunitas baru itu, dengan cepat mendapat simpati serta dukungan dari masyarakat sekitar
bahkan di tahun-tahun pertama mulai dikenal luas dan Iebih banyak lagi santri yang mondok.
Tanah Pondok Pesantren Darussalam Ciamis ini adalah hasil wakaf dari suami-istri Mas
Astapraja dan Siti Hasanah di Kampung Kandanggajah, Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing,
Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Pada tahun 1967 mulai dirintis penyelenggaraan sistem pendidikan formal dengan
mengadaptasi model klasikal, dan sampai saat ini semua jenjang pendidikan dari mulai Taman
Kanak-kanak (TK) atau Raudlatul Athfal (RA) telah berdiri hingga Perguruan Tinggi.
Lembaga pendidikan formal pertama yang didirikan oleh Pesantren Darussalam Ciamis
adalah Raudhlatul Athfal (RA) pada tahun 1967, kemudian pada tahun 1968 berdiri Madrasah
Ibtidaiyah (MI) setingkat SD, dan Madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP) berdiri pada tahun
1969.
Kemudian pada tahun 1969 berdiri Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN) yang
semula merupakan Madrasah Aliyah Swasta Darussalam Kabupaten Ciamis berdasarkan
Keputusan Menteri Agama RI No. 62 Tahun 1969 pada tangal 2 Djuli tahun 1969. Dan dalam
konsideran SK Menteri Agama tersebut dinyatakan bahwa selama Anggaran Belanja
Departemen Agama untuk keperluan tersebut tidak mencukupinya, maka biaya pembinaan
selanjutnya dibebankan kepada Pengasuh Pesantren Darussalam Ciamis. (SK terlampir)
Dalam perjalanannya yang telah mencapai usia 41 tahun ini, MAN Darussalam Ciamis
berkomitmen pada aturan yang berlaku yang kemudian dikembangkan dengan arah kebijakan
madrasah serta pendayagunaan potensi tenaga edukatif, tenaga administratif serta fasilitas sarana
yang ada di MAN Darussalam Ciamis. Kondisi demikian tentu akan menunjukan jati dirinya
dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas. Hal ini dapat dibuktikan dengan berbagai
keberhasilan yang dicapai peserta didik.
Demikian pula sebagai arah timbal balik hubungan madrasah dengan masyarakat, MAN
Darussalam Ciamis telah menunjukkan perhatian serta kepercayaan masyarakat yang semakin
positif. Hal ini pun dapat dibuktikan dengan peminat siswa dari tahun ke tahun yang terus
meningkat sehingga dalam penerimaan siswa baru diadakan seleksi melalui batasan nilai (hasil
Ujian Nasional dan tes khusus).
Kendatipun demikian, sebagai suatu proses usaha pendidikan yang menghadapi berbagai
heteroginitas dalam komponen-komponennya, maka tidak menutup mata terhadap berbagai
kekurangan yang perlu disempurnakan. Oleh karena itu dalam mengoperasionalkan usaha
pendidikan pada MAN Darussalam Ciamis, secara berkesinambungan pimpinan madrasah serta
seluruh mitra kerjanya senantiasa berfikir inovatif dan prosfektif menuju pendidikan yang
bermutu.
Dalam perjalannya sampai sekarang, Alhamdulillah MAN Darussalam Ciamis telah
mampu melengkapi dirinya dengan sarana dan prasarana yang tidak kalah dari sekolah lainnya,
demi mendukung pengembangan keilmuan yang diharapkan seluruh pihak, misalnya
laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang mencakup Laboratorium Fisika, Kimia, dan
Bilogi. Selain itu dilengkapi pula dengan Laboratorium Bahasa dan Laboratorium Komputer.
Demikian pula dengan unsur pendidiknya, MAN Darussalam Ciamis terus berusaha
menjalin kerjasama baik dengan sesama pendidik dalam negeri maupun dengan para pendidik
dari mancanegara, khususnya dari Asia dan Amerika, juga para siswanya pernah diikutsertakan
dalam program pertemuan pelajar ke Jepang, dan guru ke Amerika Serikat (AS).
Disamping itu, MAN Darussalam Ciamis tetap berpegang teguh pada prinsip utama yaitu
mencetak manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) tanpa melupakan
keimanan dan ketaqwaan (Imtak). Kegiatan keagamaan sesuai ciri Madrasah terus
dikembangkan sehingga cita-cita tersebut bisa tercapai.
Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di MAN Darussalam Ciamis dapat tercapai
apabila proses pembelajaran mampu membentuk pola prilaku peserta didik sesuai dengan tujuan
pendidikan, serta dapat dievaluasi melalui pengukuran dengan menggunakan tes dan non tes.
Proses pembelajaran akan efektif apabila dilakukan melalui persiapan yang matang dan
terencana dengan baik supaya dapat memenuhi.
Adapun para Kepala yang pernah memimpin/bertugas di MAN Darussalam Ciamis
adalah sebagai berikut:
1) KH. Ibrahim Ahmad (1969 – 1994)
2) Drs. H. Wahyudin, M. Pd. (1994 – 2004)
3) Dra. Hj. Eulis Fadilah Jauhar Nafisah, M. Pd. I (2004 – 2010)
4) Drs. Tatang Ibrahim, M. Pd (2010 – sekarang)
FASILITAS
A. Laboratorium MIPA
Laboratorium IPA digunakan untuk praktek pembelajaran pada mata pelajaran
biologi, fisika dan kimia. Dengan keberadaan laboratorium ini, siswa dapat melakukan
berbagai praktek belajar seperti: observasi, eksperimen, penelitian sederhana dan uji kasus.
Luas laboratorium IPA adalah 74,8 M2, dengan rasio ruangan adalah 2,4 M/siswa.
Dengan rasio tersebut, sangat kondusif bagi guru dan siswa yang melakukan praktek belajar.
Media belajar berupa alat-alat peraga dan bahan-bahan praktek tersedia secara lengkap.
B. Laboratorium Komputer
Laboratorium komputer digunakan untuk praktek pembelajaran pada mata pelajaran
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Laboratorium komputer didukung dengan 1 unit
komputer server (untuk guru/instruktur) dan 12 unit komputer klien (untuk siswa). Semua
unit komputer saling berhubungan dalam sistem jaringan Local Area Network (LAN) yang
connected dengan jaringan internet Telkomnet Speedy dan Jardiknas (HotSpot Area).
Komputer server yang digunakan oleh guru/instruktur didukung dengan fasilitas
Viewer (LCD Projector) dan software NetSupport, sehingga praktek pembelajaran antara
guru dan siswa dapat dilakukan secara interaktif.
Unit-unit komputer tersebut digunakan siswa untuk melakukan berbagai praktek ICT,
seperti: eksperimen hardware, manajemen file, pembuatan berbagai jenis dokumen, disain
grafis, browsing di internet, e-mail, chatting, download-upload, dll.
Luas laboratorium komputer adalah 48 m2, dengan rasio ruangan adalah 2 m/siswa.
Dengan rasio tersebut, sangat kondusif bagi guru dan siswa yang melakukan praktek belajar.
C. Laboratorium Bahasa
MAN Darussalam bekerjasama dengan Institut Agama Islam Darusssalam (IAID)
dalam menggunakan fasilitas laboratorium bahasa. Laboratorium ini digunakan untuk
pembelajaran bahasa asing, yaitu Bahasa Arab dan Inggris.
Keberadaan laboratorium ini membantu pembelajaran siswa dalam meningkatkan
kualitas berbahasa asing. Didukung fasilitas audio-visual, guru/instruktur dapat membimbing
dan mengarahkan siswa dalam melakukan praktek bahasa asing, seperti reading, listening,
pronunciation, grammar, dll.
Selain kerjasama dalam penggunaan laboratorium, IAID dan Pesantren Darussalam
juga memfasilitasi pengadaan instruktur dari luar negri (native speaker), antara lain: Mesir
dan Amerika. Keberadaan native speaker ini menjadi jaminan mutu dalam meningkatkan
kualitas berbahasa asing.
D. Mesjid
Mesjid merupakan wahana untuk pembelajaran agama Islam, terutama dalam ibadah
dan quality control akhlaq. Proses pembelajaran di mesjid dilakukan secara intensif oleh guru
dan siswa, terutama dalam pembelajaran praktek ibadah.
Masjid di kampus MAN Darussalam digunakan secara rutin untuk kegiatan-kegiatan:
lima sholat fardhu berjamaah, khitobah, muhadhoroh, munaqasyah (diskusi islami),
pembinaan mubalig/mubalighah, dan pengajian Kitab Islam Klasik (kitab kuning).
E. Koperasi Guru dan Siswa
Keberadaan koperasi sangat membantu dalam peningkatan kesejahteraan guru dan
pembinaan kewirausahaan siswa. Koperasi MAN Darussalam menyediakan fasilitas simpanpinjam
bagi anggotanya dan fasilitas penjualan dan jasa seperti pengadaan buku-buku paket
pelajaran, LKS, kebutuhan-kebutuhan guru dan siswa.
Selain itu, siswa diberi kesempatan belajar untuk aktif dalam koperasi, sehingga
siswa dapat pengalaman langsung dalam praktek enterpreneurship (kewirausahaan).
F. Aula
Aula MAN Darussalam merupakan wahana yang digunakan untuk kegiatan-kegiatan
massal, seperti rapat, musyawarah, diskusi, seminar, workshop, saresehan, pelatihan maupun
pengajian/tabligh dll.
Keberadaan Aula yang strategis dan lapangan parkir yang kondusif, menjadikan Aula
sebagai sarana yang kondusif dalam kegiatan-kegiatan MAN Darussalam.
G. Perpustakaan
Perpustakaan menjadi pusat literatur pembelajaran di MAN Darussalam. Untuk
mendukung proses belajar mengajar, perpustakaan menyediakan koleksi buku sbb:
1. Buku siswa/pelajaran (semua mata pelajaran) : 4.195 eksp
2. Buku panduan pendidik : 2.500 eksp
3. Buku pengayaan : 1.500 eksp
4. Buku referensi (misalnya kamus, ensiklopedia, dsb). : 923 eksp
5. Lainnya : 507 eksp
Didukung dengan manajemen kepustakaan yang dikelola oleh tenaga terlatih, serta
software kepustakaan yang baik, pengelolaan perpustakaan MAN Darussalam berjalan
dengan baik, sehingga guru dan siswa merasa nyaman melakukan kegiatan-kegiatan
kepustakaan
H. Ruang-ruang:
1. Kepala Madrasah : 1 ruang
2. Ruang Wakil Kepala Madrasah : 1 ruang
3. Ruang Guru : 1 ruang
4. Ruang TU : 1 ruang
5. Ruang BP/BK : 1 ruang
6. Ruang UKS : 1 ruang
7. Ruang OSIS : 1 ruang
8. Ruang Paskibra/BSMR : 1 ruang
9. Ruang Kelas : 15 ruang
10. Ruang Studio Radio : 1 ruang
11. Ruang/Gudang Arsip : 1 ruang
12. Asrama Siswa : 3 gedung
13. WC : 10 ruang
I. Kantin
J. Lapangan Upacara
K. Lapangan Olahraga, yang mencakup:
1. Lapangan basketball
2. Lapangan volleyball
3. Lapangan tenis
4. Lapangan badminton
5. Lapangan sepakbola
L. Ruang Kesenian, yang mencakup:
1. Seni sunda (calung, kecapi, angklung, kendang)
2. Seni marawis
3. Seni paduan suara
4. Seni musik
5. Seni lukis/kaligrafi
6. Seni teater
Visi dan misi
A. Visi
Perkembangan dan tantangan masa depan dalam : perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi, globalisasi yang sangat cepat, era informasi-informasi, dan berubahnya kesadaran
Masyarakat dan orang tua, terhadap pendidikan memacu Madrasah untuk merespon tatangan
sekaligus peluang MAN Darussalam Ciamis agar memiliki citra moral yang menggambarkan
profil Madrasah yang di inginkan di masa datang yang di wujudkan dalam visi Madrasah berikut
:
Menjadi Madrasah Aliyah Negeri bertaraf internasional,
unggul dalam pendidikan kepemimpinan dan pengajaran berbasis pesantren,
serta penanaman semangat siswa dalam meraih prestasi.
B. Misi
Visi MAN Darussalam tersebut mencerminkan cita-cita Madrasah yang berorientasi ke
depan dengan memperhatikan potensi masa sekarang, sesuai dengan norma dan harapan
masyarakat.
Untuk mewujudkannya, Madrasah menentukan langkah-langkah strategis yang
dinyatakan dalam Misi berikut :
1. Mengupayakan terwujudnya sistem penjaminan mutu madrasah bertaraf internasional yang
ditujukan untuk kepentingan bangsa dan negara.
2. Mendidik dan membina siswa dalam proses pendidikan integral sebagai bagian dari
pendidikan kepemimpinan yang kuat dan berkarakter.
3. Memadukan sistem pembelajaran madrasah dan sistem pendidikan pesantren yang bertumpu
pada sikap akhlak mulia dan budaya menuntut ilmu yang terus-menerus.
4. Mendorong dan membimbing siswa dalam menciptakan budaya prestasi, baik dalam proses
pembelajaran maupun dalam kehidupan sosial.
C. Tujuan
Adapun tujuan MAN Darussalam Ciamis adalah sebagai berikut :
1. Menyelenggarakan pendidikan bertaraf internasional yang berorientasi pada sistem
penjaminan mutu.
2. Mendidik dan membina siswa yang unggul dalam kepemimpinan yang berkarakter sebagai
bekal pendidikan selanjutnya.
3. Mendidik dan membina siswa dalam suasana pendidikan pesantren sehingga terbentuk
kepribadian yang kuat, baik akhlaknya maupun semangat menuntut ilmunya.
4. Mengondisikan siswa dalam budaya prestasi sehingga ketika sudah lulus dapat menjadi
manusia yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Tujuan yang telah ditetapkan tersebut mengarah kepada perumusan sasaran, kebijakan,
program dan kegiatan dalam rangka merealisasikan misi.
Mts Darussalam
Terakreditasi A
Kepala
Dr. H. Fadlil Yani Ainusyamsi, MBA.,
M.Ag
Visi
Memiliki keunggulan kepribadian dan jiwa kepemimpinan secara
kaffah
Misi
1. Membangun keterampilan berbahasa
asing
2. Membangun motivasi dan bakat
individual
3. Meningkatkan keterampilan
memimpin
4. Menanamkan nilai spiritualitas
dalam sistem pembelajaran
5. Membentuk pribadi-pribadi
unggulan melalui keimanan, ilmu dan amal shaleh
Tujuan
1. Membentuk peserta didik yang
menjunjung tinggi kepribadian yang didasari keimanan dan ketakwaan kepada Allah
swt.
2. Membentuk peserta didik yang
menjunjung tinggi kemandirian dalam bersikap, bertindak dan berpikir yang
berbasis Akhlakul Karimah.
3. Menciptakan pribadi yang memiliki
jiwa kepemimpinan.
4. Menciptakan suasana kondusif
dalam proses pembelajaran.
5. Menyediakan sarana dan media
pembelajaran yang efektif dan inovatif.
Program dan Kurikulum Pendidikan
1. Program
Reguler
:
Kelas Program Reguler merupakan program
pendidikan yang berorientasi pada kompetensi siswa dengan tujuan mendidik siswa
Madrasah Tsanawiyah Al-Fadliliyah Darussalam agar mampu memahami dan
mengaplikasi ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu pengetahuan umum (eksakta)
serta memiliki keunggulan al-akhlak al-karimah sebagai jawaban atas tuntutan
zaman.
Kurikulum yang diterapkan diarahkan
pada pemberian pengalaman belajar yang berorientasi pada kompetensi yang telah
ditetapkan. Muatan kurikulum tersebut terdiri dari :
a. Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) Kemendikbud dan Kemenag yang meliputi seluruh mata pelajaran
yang diatur dalam kurikulum tersebut.
b. Kurikulum lokal yang meliputi
seluruh mata pelajaran berdasarkan kurikulum Madrasah yang disesuaikan dengan
program pendidikan yang ada di Madrasah Tsanawiyah Al-Fadliliyah Darussalam
yang berbasis pesantren, serta kurikulum keterampilan fungsional seperti
keterampilan komputer dan bahasa asing.
2. Program Bilingual :
Kelas Program Bilingual (selanjutnya
disingkat 'KPB') ini dimaksudkan sebagai suatu wahana penggemblengan siswa dan
siswi Madrasah Tsanawiyah Al-Fadliliyah Darussalam dengan memiliki kemampuan di
atas rata-rata yang perlu pengembangan lebih luas dan memiliki kecakapan dalam
berbahasa Arab dan Inggris, sehingga mampu menjadi out come (lulusan) yang dapat di andalkan
baik dari segi kemampuan Intelektual (IQ), kemampuan emosional (EQ) maupun
kemampuan spiritual (SQ)-nya. Program KPB menuntut kepada para siswa yang
menjadi anggota kelasnya mampu mempertahankan citra almamater Madrasah
Tsanawiyah Al-Fadliliyah Darussalam yang dapat diperhitungkan oleh
sekolah-sekolah lanjutan tingkat menengah atas, karena disamping memiliki
keunggulan agama juga memiliki keunggulan dalam bidang keilmuan, keterampilan
dan al-Akhlak al-Karimah.
Kurikulum yang diterapkan untuk KPB
terbagi menjadi dua :
a. Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) Kemendikbud dan Kemenag dengan bahasa pengantar dalam
pembelajaran menggunakan Bahasa Arab/Bahasa Inggris.
b. Kurikulum lokal sebagai ciri
khusus KPB ini adalah Hafalan al-Qur'an dan Muhadharah dengan bilingual (Bahasa
Arab/Bahasa Inggris).
Kurikulum KTSP dan kurikulum lokal
disampaikan untuk mencapai standar out come KPB, yaitu :
1. Beriman, bertakwa dan berakhlak
mulia.
2. Diterima di SMA/MA Unggulan.
3. Mampu berkomunikasi dengan
berbahasa Arab dan bahasa Inggris.
4. Memiliki hafalan al-Qur'an
minimal 3 juz.
5. Mendapatkan nilai SKHUN yang
memuaskan.
Sarana Prasarana dan Kegiatan
DEWAN GURU
1. Agenda Penerimaan Siswa Baru
Pendaftaran :
Program Bilingual
s.d 25 April 2014
Program Reguler
s.d 23 Mei 2014
Seleksi :
Program Bilingual
26 April 2014
Program Reguler
24 Mei 2014
Pengumuman Seleksi :
Program Bilingual
30 April 2014
Program Reguler
Mei 2014
Daftar Ulang :
Program Bilingual
1-3 Mei 2014
Program Reguler
Mei 2014
2. Syarat Pendaftaran
1. Mengisi formulir pendaftaran
2. Foto terbaru ukuran 3x4 sebanyak 2
lembar
3. Photo copy raport SD/MI 2 semester
terakhir
4. Biaya Pendaftaran Rp. 180.000
(Bilingual), Rp. 130.000 (Reguler)
pondok pesantren Darussalam ciamis
Selayang Pandang Pondok Pesantren Darussalam Ciamis
LINTASAN SEJARAH Di antara visi dan misi Pondok Pesantren Darussalam yang terpenting adalah mencerdaskan kehidupan bangsa/umat. Visi dan misi ini diimplementasikan ke dalam tujuan, sistem, dan organisasi pendidikan yang diselenggarakan di pondok pesantren ini. Melalui sejarahnya yang panjang (berdiri tahun 1929, oleh K.H. Ahmad Fadlil), kini Pondok Pesantren Darussalam telah berkembang dan mencapai kemajuan yang amat menggembirakan. Pondok pesantren yang pada awal berdirinya hanya memiliki sebuah rumah tempat tinggal kiai, sebuah masjid dan sebuah asrama (pondok) yang sangat sederhana, kini telah memiliki fasilitas bangunan yang relatif lengkap dan beberapa diantaranya cukup megah. Pada masa awal
berdirinya Pesantren Darussalam hanya menyelenggarakan pendidikan “pengajian” dengan menggunakan kitab-kitab Islam klasik, tetapi sejak tahun 1967 mulai dirintis penyelenggaraan sistem pendidikan modern, dan sampai saat ini semua jenjang pendidikan dari mulai Taman Kanak-kanak/TK (di Pesantren Darussalam disebut Raudhatul Athfal/RA) hingga Perguruan Tinggi telah ada di pesantren ini. Sejarah Perkembangan Pondok Pesantren Darussalam didirikan sebelum negeri ini merdeka, tepatnya pada tahun 1929 di sebuah dusun bernama Dusun Cidewa, Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis Jawa Barat. Pada sat didirikannya, pesantren ini tentu saja amat sederhana. Sarana dan prasarana yang dimilikinya pun amat minim, yaitu sebuah mesjid dan sebuah asrama yang sangat sederhana. Pada saat itu, sebagaimana pesantren-pesantren lain, para santri di Pesantren Darussalam diharuskan mengikuti Undang-undang Ordonansi Belanda yang membatasi materi dan kitab-kitab teks pengajian. Para santri tidak bisa leluasa untuk mengkaji materi-materi dan kitab-kitab tertentu. Kendati demikian, pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda tersebut tidak mengurangi minat para pemuda untuk belajar di pesantren-pesantren, termasuk di Pesantren Darussalam (Pesantren Cidewa waktu itu), hingga pada saat itu jumlah santri di pesantren ini mencapai kurang lebih 400 orang santri putera (belum menerima santri puteri).
Dengan jumlah santri
yang relatif banyak untuk ukuran waktu itu, wajar bila Pesantren ini
selalu diawasi dan menjadi pusat perhatian Pemerintah Kolonial Belanda.
Setelah bangsa Indonesia merdeka, sedikit demi sedikit mengembangkan
berbagai sarana dan fasilitas pendidikan yang diperlukan oleh para
santri. Di samping peningkatan fasilitas dan sarana pendidikan untuk
santri, hal yang sangat penting adalah pengembangan sistem
pendidikannya. Ketika di banyak pondok pesantren lain masih
mengkhususkan aktivitas pendidikannya pada pengajian kitab, Pesantren
Darussalam mulai merintis untuk menyelenggarakan pendidikan formal. Maka
sejak dasa warsa enam puluhan, Pesantren Darussalam mulai
memodernisasikan sistem pendidikannya dengan mendirikan lembaga-lembaga
pendidikan formal. Lembaga pendidikan formal yang pertama didirikan
adalah Raudhatul Athfal (Taman Kanak-kanak) pada tahun 1967, kemudian
pada tahun 1968 berdiri Madrasah Ibtidaiyah/MI (setingkat SD) dan
Madrasah Tsanawiyah/MTs (setingkat SLTP), dan selanjutnya pada tahun
1969 berdiri Madrasah Aliyah (setingkat SLTA), yang selanjutnya
dijadikan Madrasah Aliyah Negeri atas permintaan Departemen
Agama dan selama
Departemen Agama belum menyediakan dana untuk keperluan itu, maka
penyelenggaraannya diserahkan kepada Pondok Pesantren Darussalam.
Alhamdulillah sampai saat ini Madrasah Aliyah di Pesantren Darussalam
telah mengalami perkembangan yang amat menggembirakan, terutama sejak
Departemen Agama menetapkan Pesantren Darussalam sebagai salah satu
penyelenggara Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK), yang akhirnya
diganti dengan nama Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK). Melihat potensi
santri Pondok Pesantren Darussalam dan juga keadaan masyarakat di
Kabupaten Ciamis yang cukup menggembirakan, maka pada tahun 1970 di
Pondok Pesantren Darussalam berdiri Perguruan Tinggi Islam pertama di
Kabupaten Ciamis, dengan nama Fakultas Syari’ah Darussalam Ciamis Jawa
Barat, sebagai cikal bakal berdirinya Institut Agama Islam Darussalam
(IAID). Sampai saat ini, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) telah
memiliki tiga fakultas, yaitu Fakultas Syari’ah, Fakultas Tarbiyah, dan
Fakultas Dakwah; 3 Program, yaitu Program D-2 PGTK/RA, D-2 PGSD/MI, dan
Program Pascasarjana (S-2) Program Studi Pendidikan Islam. Berkembang
dengan Visi yang Jelas Menyadari pentingnya visi yang jelas dalam suatu
lembaga pendidikan, maka Pesantren Darussalam menetapkan enam visinya
sebagai salah satu instrumen penting dalam penyelenggaraan sebuah
lembaga pendidikan. Enam visi Pesantren Darussalam, yaitu menjadi
lembaga pendidikan Islam yang mampu menghasilkan santri yang: 1.
Menguasai ilmu-ilmu Bahasa Arab, ilmu-ilmu agama Islam, dan ilmu-ilmu
Bantu lainnya, 2. Berwawasan mondial, 3. Memahami dan mengapresiasi ilmu
pengetahuan dan teknologi (iptek), 4. Memiliki kepedulian yang tinggi
terhadap pengembangan akhlak bangsa, 5. Memiliki kepedulian yang tinggi
terhadap masalah-masalah lingkungan hidup, dan 6. Berwawasan kerakyatan
dan peduli terhadap kemajuan serta kesejahteraan bangsa Indonesia. Visi
Pesantren Darussalam itu mengisyaratkan perlu adanya pemikiran ulang
yang bersifat strategis tentang misi dan tujuan yang ingin dicapai oleh
Pesantren Darussalam dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang maju,
mandiri, adil, sejahtera, dan diridhai oleh Allah SWT. Dengan enam visi
itulah Pesantren Darussalam menapaki jalan menuju terwujudnya sistem
pendidikan pondok pesantren yang modern tanpa kehilangan jati dirinya
sebagai lembaga pendidikan Islam. Mengembangkan Misi Pendidikan Islam
Selain visi yang merupakan salah satu landasan pengembangan pendidikan,
Pesantren Darussalam juga mengemban misi sebagai pendidikan Islam, yang
dirumuskan dalam lima misi penting dan strategis. Lima misi Pesantren
Darussalam tersebut difokuskan pada penyelenggaraan pendidikan Islam,
yang dirumuskan dalam lima misi penting dan strategis. Lima misi
Pesantren Darussalam tersebut difokuskan pada penyelenggaraan
pendidikan, pengkaderan, dan dakwah yang multidimensional, yaitu: 1.
Menggelorakan semangat pemurnian ajaran Islam sesuai dengan ajaran
Ahlussunnah wal Jama’ah yang bersumber pada al-Qur’an dan as-Sunnah; 2.
Membina budaya keshalihan (keshalihan individual dan keshalihan sosial)
dan budaya kepakaran (aksetisme intelektual) di kalangan santri dan
masyarakat; 3. Mengembangkan budaya prestasi dan sikap produktif di
kalangan santri dan masyarakat;
4. Mengembangkan dan
melestarikan ilmu-ilmu bahasa Arab dan ilmu-ilmu agama Islam yang
tertuang dalam kitab-kitab kuning dan literatur-literatur modern; dan
5. Mendukung, melaksanakan, dan mengamankan pembangunan nasional di
segala bidang secara proaktif, dinamis, ikhlas dan bertanggung jawab.
Lima misi Pesantren Darussalam itu mencerminkan watak kemodernan, tetapi
tetap mengakar pada ajaran dan tradisi Islam. Dengan kata lain, sistem
pendidikan modern yang dikembangkan tidak terlepas dari ajaran Islam
serta tetap berpijak kekayaan dan khazanah intelektual Islam Klasik.
Berpegang pada Motto Motto Pondok Pesantren Darussalam adalah berupaya
membangun muslim moderat, mukmin demokrat dan muhsin diplomat. Muslim
moderat adalah sosok manusia muslim yang dapat bersikap luwes, tenggang
rasa, bersolidaritas etis dan sosial, hormat pada sesama, jauh dari
sikap angkuh, congkak, dan ingin menang sendiri. Mukmin demokrat adalah
sosok manusia beriman yang berakar ke bawah dan berpucuk ke atas. Pada
saat dia di panggung kekuasaan dia tidak melupakan rakyat yang telah
membesarkannya; dan pada saat dia turun dari panggung kekuasaan dan
harus kembali kepada rakyat, dia tidak putus semangat dan tidak patah
harapan. Muhsin diplomat adalah sosok manusia yang mencintai kebajikan,
keindahan, sopan santun, dan berakhlak mulia. Ia akan selalu
mengedepankan sifat-sifat yang baik dan terpuji dalam menghadapi
berbagai persoalan hidup dan kehidupan. Menggapai Tujuan Masa Depan
Pesantren Darussalam mengakui bahwa tujuan pendidikan yang ingin diraih
belum sepenuhnya tercapai. Namun dengan semangat yang bergelora,
Pesantren Darussalam terus berusaha mewujudkan tujuan pendidikannya,
yaitu menghasilkan santri yang berkualitas tinggi, yaitu santri yang:
1) Berjiwa Islam, berwawasan kebangsaan, dan berkepribadian utuh; 2)
Bersifat terbuka dan tanggap terhadap perkembangan ilmu-ilmu bahasa Arab
dan ilmu-ilmu agama Islam, terhadap kemajuan iptek dan terhadap masalah
yang dihadapi masyarakat; 3) Menerapkan pengetahuan dan keterampilan
yang dimilikinya sesuai dengan bidang keahliannya dalam kegiatan
produktif dan pelayanan kepada masyarakat; 4) Menguasai dasar-dasar
ilmu agama Islam beserta metodologi bidang keahliannya sehingga mampu
memahami, menjelaskan dan merumuskan cara penyelesaian masalah yang ada
di dalam kawasan keahliannya, serta mampu berpikir, bersikap dan
bertindak sebagai ilmuwan Islam sekaligus ulama waratsatul anbiya. Untuk
mencapai tujuan tersebut, upaya perbaikan dan penyempurnaan
penyelenggaraan pendidikan terus dilakukan, mulai dari peningkatan
sumber daya manusia, peningkatan sarana dan prasarana, perbaikan dan
penyempurnaan kurikulum pendidikan, pembukaan program pendidikan baru,
hingga peningkatan kesejahteraan santri, guru, dosen dan karyawan lain.
Dewan guru Pesantren
Darussalam terdiri dari para ahli di bidangnya. Sebagian besar mereka
adalah alumni Pesantren Darussalam, khususnya alumni IAID Darussalam,
dan sebagian kecil berasal dari perguruan tinggi di Indonesia. Pembinaan
terhadap dewan guru dilakukan secara berkala dan terus-
menerus, sehingga
kemampuan dan kualitas sumber daya manusia dewan guru Pesantren
Darussalam dari waktu ke waktu selalu meningkat. Salah satu upaya yang
dipandang amat penting dalam rangka meraih tujuan pendidikan di
Pesantren Darussalam adalah peningkatan staf pengajar (ustadz, guru atau
dosen) melalui: 1) Pembinaan rutin intensif melalui kegiatan pengajian
oleh Dewan Pengasuh, khususnya Bapak Pengasuh Pesantren; 2) Pembinaan
terhadap staf pengajar junior melalui kegiatan Ma’had Aly (pesantren
tinggi) yang para pengajarnya terdiri dari staf pengajar senior; 3)
Pengiriman staf pada kegiatan-kegiatan pelatihan, kursus, seminar, loka
karya dan lain-lain; 4) Pengiriman staf pengajar untuk mengikuti
pendidikan lanjutan, terutama program Pascasarjana dan Doktoral. Melalui
upaya-upaya tersebut diharapkan staf pengajar Pesantren Darussalam
dapat terus meningkatkan kemampuan dan kualitas sumber daya manusianya,
serta tidak tertinggal dari berbagai informasi dan perkembangan
kontemporer. Kegiatan Pengajian Kitab Kegiatan pengajian di Pesantren
Darussalam adalah kegiatan yang paling utama selain kegiatan
pembelajaran di sekolah/ madrasah. Kegiatan pengajian ini dilaksanakan
setelah shalat subuh (ba’da shubuh), setelah shalat ashar (ba’da ashar),
setelah shalat maghrib (ba’da maghrib), dan setelah shalat isya (ba’da
isya). Materi dan kitab yang dikaji dalam kegiatan pengajian ini terdiri
dari kitab-ktiab Islam klasik dan kitab Islam kontemporer, mulai dari
materi Qur’an, Hadits, Tauhid, Akhlak, Fiqh-Ushul Fiqh, dan Ilmu Tata
Bahasa Arab (Nahwu, Sharaf dan Balaghah) Kitab-kitab yang digunakan
dalam kegiatan pengajian ini meliputi: 1. Tafsir Qur’an (Tafsir
Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir al-Maraghi) 2. Hadits (al-Arba’in
an-Nawawiyah, Bulughul Maram, Subulus Salam, Shahih Bukhari) 3. Tauhid
(Jawahirul Kalamiyah, Fathul Majid) 4. Akhlak (Akhlak lil Banin/Banat)
5. Fiqh/Ushul Fiqh (Fath Qarib, Kifayatul Ahyar, Fiqhus Sunnah,
Bidayatul Mujtahid, al-Fiqh ‘ala Madzhabil Arba’ah, dan lain-lain) 6.
Nahu (Nahwul Wadih, al-Jurumiyah, Mutammimah al-Jurumiyah, Alfiyah Ibn
Malik, Mugni Labib) 7. Sharaf (Matan Bina, al-Amtsilah at-Tashrifiyah,
al-Kailany) 8. Balaghah (Balaghatul Wadhihah, ‘Uqudul Juman)
Materi-materi pengajian ktiab tersebut dikelompokkan ke dalam tingkat
pengajian, mulai dari Tamhidy, Ibtida’i, Wustha dan ‘Ulya. Sedangkan
untuk mendidik dan mengembangkan kader calon ulama, di pondok pesantren
ini didirikan Ma’had Aly Darussalam (MAD) Pendidikan Formal untuk Santri
Sampai saat ini lembaga pendidikan formal mulai dari Taman Kanak-kanak
hingga Perguruan Tinggi sudah ada di Pesantren Darussalam.
Lembaga pendidikan
formal yang sudah ada itu seluruhnya bercorak keislaman. Namun demikian,
Pesantren Darussalam juga memiliki rencana (blue print) untuk
penyelenggaraan pendidikan formal umum (SLTP Plus, SMU Plus, dan
Perguruan Tinggi Plus) yang bercorak keislaman. Lembaga-lembaga
pendidikan formal yang sudah itu meliputi : 1. Raudhatul Athfal (RA)
setingkat Taman Kanak-kanak 2. Madrasah Ibtidaiyah (MI) setingkat
Sekolah Dasar 3. Madrasah Tsanawiyah Darussalam (MTsD) 4. Madrasah
Aliyah Negeri (MAN) Darussalam 5. Madrasah Aliyah Keagamaan Negeri
(MAKN) Darussalam 6. Ma'had Aly Darussalam (MAD) 7. Institut Agama
Islam Darussalam (IAID), terdiri dari: a. Fakultas Syari'ah - Jurusan
Ahwal as-Syakhsiyyah - Jurusan Jinayah Siyasah b. Fakultas Tarbiyah -
Jurusan Pendidikan Agama Islam - Jurusan Pendidikan Bahasa Arab c.
Fakultas Dakwah - Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam - Jurusan
Bimbingan dan Penyuluhan Islam d. Program Diploma II - PGTK/RA - PGSD/MI
e. Program Pascasarjana (S2) Program Studi Pendidikan Islam Dari
keseluruhan lembaga pendidian para santri Darussalam berasal dari
berbagai wilayah di Tanah Air, yaitu: 1. Jawa Barat 2. DKI Jakarta 3.
Banten 4. Jawa Tengah 5. DI Yogyakarta 6. Jawa Timur 7. Sumatera 8. Bali
9. NTT 10. Kalimantan 11. Sulawesi 12. Papua 13. dan lain-lain.
Kesibukan Santri Sehari-hari Aktivitas santri sehari-hari di Pesantren
Darussalam nyaris tanpa henti, mulai dari pagi hingga malam hari.
Aktivitas dan kesibukan santri sehari-hari dapat dilihat pada jadwal
harian (daily activities) berikut ini: Aktivitas keseharian santri
Darussalam Jam Kegiatan 03.00 03.00-04.00 04.00-06.00 06.00-07.00
07.00-13.30 14.00-17.00 17.30-18.30 18.30-31.00 21.00-23.00 23.00-03.00
Bangun pagi Qiyamul lail Shalat Shubuh dilanjutkan dengan Kuliah Shubuh
Makan Pagi, Olahraga dan persiapan ke sekolah Belajar di madrasah
Kegiatan terjadwal rutin (pengajian kitab klasikal, pengajian intensif
atau tutorial, pelatihan computer) dan terjadwal insidental (Pramuka,
Paskibra, olahraga, pelatihan musik dan lain-lain Berjamaah Maghrib dan
Kuliah Umum Kegiatan pengajian kitab Menghafal Istirahat Catatan: Selain
jadwal rutin di atas, kegiatan-kegiatan insidental terjadwal pada
hari-hari dan waktu-waktu tertentu Aktivitas keseharian santri di dalam
kampus yang begitu padat tidak saja berguna untuk melatih kedisiplinan
santri, melainkan juga bermanfaat untuk lebih mengoptimalkan interaksi
santri dengan santri, santri dengan para ustadz/ustadzah, dan santri
dengan karyawan lainnya.
2 MANAJEMEN
KELEMBAGAAN Secara kelembagaan Pondok Pesantren Darussalam dikelola oleh
suatu lembaga badan hukum yayasan, yaitu Yayasan Kesejahteraan
Pendidikan Islam (YAKPI) al-Fadliliyah Darussalam Ciamis Jawa Barat,
dengan akta notaries Rodiah Oetomo, S.H, tanggal 3 April 1973 Nomor 1,
dan dikelola oleh suatu Badan Pengurus Yayasan. Sistem pengkaderan
pimpinan di Pesantren Darussalam didasarkan pada profesionalisme dan
spesialisasi, yaitu suatu sistem pengkaderan yang menggunakan
prinsip-prinsip profesionalisme, kemampuan, keahlian, tanpa tercerabut
dari akar tradisi kepesantrenan. Sistem pengkaderan ini juga diarahkan
pada kemandirian, yaitu pada millennium ke tiga nanti Pesantren
Darussalam harus mampu memperlihatkan kemandiriannya dalam pengelolaan
sumber dana dan sumber dayanya. Sesuai dengan manajemen pesantren yang
berorientasi kepada profesionalisme dan spesialisasi itu, maka pola
kepemimpinan Pesantren Darussalam pada masa mendatang akan bersifat
konvergensial, yaitu di satu sisi tetap mempertahankan figur sentral
seperti yang dianut saat ini, tetapi di sisi lain akan bersifat
kolekitif-kolegial. Konsep kepemimpinan kolektif-kolegial dengan pola
figur sentral ini mempunyai arti bahwa dalam menjalankan tugas
kepesantrenan sehari-hari antara satu pimpinan dengan pimpinan yang lain
harus erat, akrab, penuh tanggung jawab, dan bersuasana kekeluargaan.
Posisi, peran dan fungsi figur sentral pesantren adalah
mengkoordinasikan, mengintegrasikan, mensinkronisasikan, dan
mengendalikan seluruh kegiatan kepesantrenan beserta segenap
lembaga-lembaga sub ordinat. Dilihat dari sejarah berdiri dan sejarah
kepemimpinan Pesantren Cidewa sampai dengan Pesantren Darussalam saat
ini yang menganut dan mempertahankan tradisi nasab kekiyaian yang kuat,
maka pola kepemimpinan kolektif kolegial dengan pola figur sentral bagi
Pesantren Darussalam pada masa mendatang dipandang sangat cocok dan
memenuhi aspek kepatutan dan keadilan. Masalah ini perlu ditegaskan
secara resmi oleh Pimpinan Pesantren Darussalam untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan, isu-isu, desas-desus, da bisik-bisik yang
berkembang di masyarakat umum dan alumni tetang kepemimpinan Pesantren
Darussalam pada masa mendatang. Di samping itu, juga untuk menghindari
persaingan pengaruh yang tidak sehat dan ambisi-ambisi pribadi yang
ahistoris di kalangan Keluarga Besar Pesantren Darussalam. Pada pola
kepemimpinan Pesantren Darussalam menganut sistem lima lapis yang
bersifat hierarkis-proporsional, yaitu: a. Lapis pertama adalah majelis
atau Dewan Pengasuh yang merupakan pimpinan tertinggi di lingkungan
Pesantren Darussalam, yang terdiri atas: 1) Pengasuh 2) Wakil pengasuh
b. Lapis kedua adalah Dewan Direktur, yang merupakan pembantu pengasuh
dan merupakan komponen pimpinan Pesantren Darussalam. c. Lapis ketiga
adalah pimpinan subordinate yang merupakan pelaksana dan pembantu
Majelis Pengasuh di Lembaga-lembaga Subordinat Formal, yang terdiri atas
Rektor dan para Kepala Madrasah. Manajemen pendidikan di Pondok
Pesantren Darussalam, berprinsip pada kaidah: "Memelihara kebersihan
lama yang baik dan mengambil pemikiran baru yang lebih baik."
Berdasarkan kaidah tersebut, Pesantren Darussalam seperti juga
pesantren-pesantren lainnya tetap memelihara sistem pengajian sorogan
(tutorial) dan pendalaman kitab-kitab kuning.
Bersama dengan itu,
sistem pendidikan modern pun digunakan seselektif mungkin. 3 SISTEM
PENGAJIAN KITAB Di beberapa pondok pesantren modern, sistem pengajian
biasanya diselenggarakan dengan menggunakan sekolah/madrasah sebagai
basisnya. Sekolah/madrasahlah yang dijadikan sebagai standar untuk
menentukan kelas/kelompok pengajian, materi dan kitab pengajian, dan
alokasi waktu pengajian. Asumsi utama yang melandasi sekolah/madrasah
sebagai basis pengajian di pesantren adalah adanya kepercayaan bahwa
kemampuan santri untuk tingkat sekolah/madarasah tertentu memiliki sifat
dan kemampuan yang relatif homogen; sehingga penentuan kelas/kelompok
pengajian, materi dan kitab pengajian, dan alokasi waktu pengajian
secara otomatis mengikuti kelas/tingkat sekolah/madrasah. Dengan
menjadikan sekolah/madrasah sebagai basis pengajian, maka: 1. Penentuan
kelas/kelompok pengajian relatif lebih mudah, 2. Penentuan materi dan
kitab standar dapat diseragamkan, 3. Kebutuhan akan tenaga pengajar
(asatidz) tidak terlalu banyak, karena dimungkinkan dibuatnya kelompok
dengan jumlah peserta pengajian yang banyak, dan 4. Sistem evaluasi yang
bersifat formal tidak membutuhkan waktu yang lama. Namun demikian,
seiring dengan perkembangan konsep dan paradigma pendidikan di mana
model pembelajaran yang berlandaskan homogenitas peserta didik sudah
mulai ditinggalkan dan mulai mengarah pada model pembelajaran berbasis
individu- maka sejak tahun 2001, sistem pengajian kitab di Pondok
Pesantren Darussalam dikelola dengan menjadikan kemampuan individu
santri sebagai basisnya. Hal itu disadari oleh suatu keyakinan bahwa
model pembelajaran yang berlandaskan homogenitas peserta didik memiliki
kelemahan cukup serius, yaitu kesulitan dalam mengukur perkembangan dan
kemampuan peserta didik secara individual, sementara pengukuran
perkembangan kemampuan berdasarkan kelas kurang dapat diandalkan.
Karena sesuai dengan tradisi pesantren, model pembelajaran yang berbasis
individu sudah teruji (misalnya dalam penggunaan metode sorogan), dan
dalam konteks Pondok Pesantren Darussalam model ini sangat memungkinkan,
maka untuk lebih mengoptimalkan sistem pengajian pesantren dimulailah
mengembangkan model pengajian yang berbasis individu, tanpa mereduksi
sama sekali penggunaan sistem kelas/kelompok. 1. Asumsi Dasar 1) Setiap
individu santri memiliki keunikannya masing-masing, baik yang dari
aspek-aspek kognitif, arektif dan maupun aspek psikomotoriknya. 2)
Kesamaan usia individu tidak secara otomatis menggambarkan adanya
kematangan usia yang sama. 3) Sekelompok individu adalah kumpulan sifat,
watak, dan kemampuan yang heterogen dan masing-masing memiliki
sifat-sifat yang unit. 4) Daya tangkap dan daya serap terhadap materi
pembelajaran masing-masing individu bersifat heterogen. 2. Pengelola 1)
Penentuan tingkat pengajian didasarkan pada kemampuan individu, dan
tidak didasarkan pada kelas sekolah/madrasah. 2) Tingkat pengajian
terdiri dari tingkat persiapan (tamhidy), tingkat dasar (ibtida'i),
tingkat menengah (wustha), dan tingkat tinggi ('ulya). 3) Setiap tingkat
pengajian terdiri dari satu atau lebih kelompok pengajian, dan setiap
kelompok tidak lebih dari 40 santri. 4) Penentuan materi pengajian
didasarkan pada materi-materi standar sesuai dengan disiplin Al Quran,
Al Hadits, Fiqh, Akidah, Akhlaq, Nahwu, Sharaf, dan Balaqhah. 5) Setiap
kelas/kelompok pengajian terdiri dari individu-individu yang memiliki
kemampuan kognitif, afektif, dan pasikomotorik yang relatif sama. 6)
Adanya sistem evaluasi individu dilaksanakan secara berkala dan
berkesinambungan, serta berdaya guna bagi penentuan kelas dan kenaikan
tingkat. 7) Sistem rekrutmen santri didasarkan pada motivasi santri,
baik motivasi memasuki Pondok Pesantren Darussalam maupun motivasi
belajar. 8) Pemanfaatan waktu pengajian secara efektif dan efisien.
3. Kurikulum
Pengajian Kurikulum pengajian disesuaikan dengan masing-masing tingkat
pengajian dan mengacu kepada kitab-kitab standar masing-masing disiplin.
TINGKAT TAMHIDY Tujuan Meletakkan dasar ke arah kemampuan penguasaan
baca tulis Al Quran, bacaan shalat, doa, pemahaman dasar-dasar akidah,
dan akhlak sehari-hari kepada orang tua. Target 1. Mampu membaca dan
menulis Al Quran. 2. Dapat menghafal bacaan-bacaan dalam shalat. 3.
Dapat menghafal doa-doa utama 4. Mampu menghafal Asma al-Husna dan
sifat-sifat bagi Allah. 5. Mampu mendeskripsikan keharusan berakhlak
mulia kepada orang tua. Materi 1. Bimbingan belajar baca Al Quran
metode Iqra. 2. Bimbingan menghafal doa'doa shalat 3. Bimbingan praktek
ibadah 4. Bimbingan hafalan Asma al-husna dan sifat-sifat bagi Allah. 5.
Bimbingan dan nasihat tentang akhlak yang mulia kepada orang tua. Kitab
1. Belajar Al Quran dengan metode Iqra pegangan 2. Tuntunan shalat
Rasulullah santri 3. Kumpulan doa-doa utama Kitab 1. Belajar Al Quran
dengan metode Iqra pengangan 2. Tuntunan shalat Rasulullah ustadz 3.
Kumpulan doa-doa utama 4. Kitab Jawahir Al Kalamiyah 5. Kitab A lAkhaq
li al-Banin/Banat Kualifikasi 1. Memiliki motivasi untuk belajar (pokok)
siswa 2. Memiliki motivasi memasuki Pesantren Darussalam 3. Kemampuan
intelektual ≥ rata-rata Kualifikasi 1. Memiliki kemampuan baca tulis
Arab secara memadai 2. Memahami dan dapat mengaplikasikan metode belajar
Iqra 3. Berkepribadian dewasa, terutama dalam melaksanakan fungsinya
sebagai orang tua, in loco parentis, bagi murid-muridnya. 4. Mandiri
(independent judgment), terutama dalam mengambil keputusan yang
berkaitan dengan pembelajaran dan pengelolaan kelas. 5. Penuh rasa
tanggung jawab, mengetahui fungsi, tugas dan tanggung jawabnya sebagai
pendidik, guru dan pelatih serta mampu memutuskan sesuatu dan
melaksanakan tugasnya sesuai dengan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya,
tidak menyalahkan pihak lain dalam memikul konsekuensi dari
keputusannya terutama yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengelolaan
kelas. 6. Berwibawa, mempunyai kelebihan terhadap murid-murdinya
terutama dalam penguasaan materi pelajaran dan keterampilan mengerjakan
sesuatu dalam pembelajaran dan pengelolaan kelas. 7. Berdisiplin,
mematuhi ketentuan peraturan dan tata tertib sekolah dan kelas. 8.
Berdedikasi, memperlihatkan ketentuan dalam melaksanakan tugas
membimbing, mengajar dan melatih murid-muridnya, sebagai pengabdian atau
ibadah. TINGKAT IBTIDA'IY Tujuan Santri memahami dan menguasai
dasar-dasar ilmu nahwu dan sharaf dan dapat mengaplikasikannya; memahami
tata cara shalat wajib dan sunah dengan dalil-dalil/dasar-dasarnya,
memahami akidah ahlussunnah wal jamaah, dan akhlak sehari-hari. Target
1. Mampu memahami dan mengaplikasikan kitab Jurumiyah. 2. Mampu memahami
dan mengaplikasikan kitab Matan Al Bina. 3. Dapat membaca dan memahami
kitab Fath Al Qarib. 4. Dapat membaca dan memahami kitab Jawahir Al
Kalamiyah. 5. Dapat membaca dan memahami kitab Al Akhlaq li Al
Banin/Banat. Materi 1. Pengajian klasikal dan pembahasan kitab
Jurumiyah. 2. Pengajian klasikal dan pembahasan kitab Matan Al Bina. 3.
Membimbing dalam membaca kitab Amtsilah At Tashrif 4. Pengajian klasikal
dan pembahasan kitab Fath Al Qarib. 5. Pengajian klasikal dan
pembahasan kitab Jawahir Al Kalamiyah. 6. Pengajian klasikal dan
pembahasan kitab Al Akhlaq li Al Banin/Banat.
Kitab 1. Kitab
Jurumiah pegangan 2. Kitab Matan Al Bina dan Amtsilah At Tashrif. santri
3. Kitab Fath Al Qarib. 4. Kitab Jawahir Al Kalamiyah. 5. Kitab Al
Akhlaq li Al Banin/Banat Kitab 1. Kitab-kitab yang menjadi pengangan
santri pengangan 2. Kitab Kifayatul Al Ahyar ustadz 3. Kitab Fiqh Sunnah
4. Kitab Fath Al Majid Kualifikasi 1. Mampu membaca dan menulis Al
Quran (pokok) siswa 2. Dapat menghafal bacaan-bacaan dalam shalat 3.
Dapat menghafal doa-doa utama 4. Mampu menghafal Asma Al Husna dan
sifat-sifat bagi Allah. 5. Mampu mendeskripsikan keharusan berakhlak
mulia kepada orang tua. Kualifikasi 1. Memiliki kemampuan memahami dan
mengaplikasikan Ilmu Nahwu dan Sharaf, yang dibuktikan dengan kemampuan
membaca kitab klasik (gundul) sesuai dengan kaidah bahasa Arab yang
benar. 2. Berkepribadian dewasa, terutama dalam melaksanakan fungsinya
sebagai orang tua, in loco parentis, bagi murid-muridnya. 3. Mandiri
(independent judgment), terutama dalam mengambil keputusan yang
berkaitan dengan pembelajaran dan pengelolaan kelas. 4. Penuh rasa
tanggung jawab, mengetahui fungsi, tugas dan tanggung jawabnya sebagai
pendidik, guru dan pelatih serta mampu memutuskan sesuatu dan
melaksanakan tugasnya sesuai dengan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya,
tidak menyalahkan pihak lain dalam memikul konsekuensi dari
keputusannya terutama yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengelolaan
kelas. 5. Berwibawa, mempunyai kelebihan terhadap murid-murdinya
terutama dalam penguasaan materi pelajaran dan keterampilan mengerjakan
sesuatu dalam pembelajaran dan pengelolaan kelas. 6. Berdisiplin,
mematuhi ketentuan peraturan dan tata tertib sekolah dan kelas. 7.
Berdedikasi, memperlihatkan ketentuan dalam melaksanakan tugas
membimbing, mengajar dan melatih murid-muridnya, sebagai pengabdian atau
ibadah. TINGKAT WUSTHA Tujuan Santri memahami dan menguasai
dasar-dasar ilmu nahwu dan sharaf dan dapat mengaplikasikannya; memahami
fiqh ibadah dan muamalah; memahami akidah ahlussunah wal jamaah dan
dapat membedakan dengan aliran-aliran yang lainnya, dan memahami akhlak
Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Target 1. Mampu memahami
dan mengaplikasikan kitab Mutamimah Al Jurumiyah. 2. Mampu memahami dan
mengaplikasikan kitab Al Kailani. 3. Dapat membaca dan memahami kitab
Kifayatul Al Akhyar. 4. Dapat membaca dan memahami kitab Fath Al Majid.
Materi 1. Pengajian klasikal dan pembahasan kitab Muamimah Al
Jurumiyah. 2. Pengajian klasikal dan pembahasan kitab Al Kailani. 3.
Pengajian klasikal dan pembahasan kitab Kifayatul Al Akhyar. 4.
Pengajian klasikal dan pembahasan kitab Fath Al Majid. Kitab 1. Kitab
Mutamimah Al Jurumiah pegangan 2. Kitab Al Kailani santri 3. Kitab
Kifayatul Al Akhyar 4. Kitab Fath Al Majid. Kitab 1. Kitab-kitab yang
menjadi pegangan santri pengangan 2. Kitab Bidayah Al Mujtahid/Al Fiqh
'ala Mazahib Al Arbaah ustadz 3. Kitab Al Ibanah 'an Ushul Ad Diyanah.
Kualifikasi 1. Mampu membaca dan menulis Al Quran (pokok) siswa 2. Mampu
memahami dan mengaplikasikan kitab Jurumiyah (Pokok). 3. Dapat membaca
dan memahami kitab Fath Al Qarib. 4. Dapat membaca dan memahami kitab
Jawahir Al Kalamiyah 5. Dapat membaca dan memahami kitab Al Akhlaq li Al
Banin/ Banat.
Kualifikasi 1.
Memiliki kemampuan memahami dan mengaplikasikan kitab Al Fiyah Ibnu
Malik, yang dibuktikan dengan kemampuan membaca kitab klasik (gundul)
sesuai dengan kaidah bahasa Arab yang benar. 2. Berkepribadian dewasa,
terutama dalam melaksanakan fungsinya sebagai orang tua, in loco
parentis, bagi
murid-muridnya. 3. Mandiri (independent judgment), terutama dalam
mengambil keputusan yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengelolaan
kelas. 4. Penuh rasa tanggung jawab, mengetahui fungsi, tugas dan
tanggung jawabnya sebagai pendidik, guru dan pelatih serta mampu
memutuskan sesuatu dan melaksanakan tugasnya sesuai dengan tugas, fungsi
dan tanggung jawabnya, tidak menyalahkan pihak lain dalam memikul
konsekuensi dari keputusannya terutama yang berkaitan dengan
pembelajaran dan pengelolaan kelas. 5. Berwibawa, mempunyai kelebihan
terhadap murid-murdinya terutama dalam penguasaan materi pelajaran dan
keterampilan mengerjakan sesuatu dalam pembelajaran dan pengelolaan
kelas. 6. Berdisiplin, mematuhi ketentuan peraturan dan tata tertib
sekolah dan kelas. 7. Berdedikasi, memperlihatkan ketentuan dalam
melaksanakan tugas membimbing, mengajar dan melatih murid-muridnya,
sebagai pengabdian atau ibadah. TINGKAT 'ULYA Tujuan Santri memahami
dan mengaplikasikan ilmu tata bahasa Arab lanjutan dan metode-metode
ilmu keislaman, dan ilmu-ilmu keislaman lian secara lebih lanjut. Target
1. Mampu memahami dan mengaplikasikan kitab Al Fiyah Ibnu Malik. 2.
Mampu memahami dan mengaplikasikan kitab Balaghah Al Wadhihah. 3. Mampu
memahami dan mengaplikasikan kitab Ilm Ushul Al Fiqh (Abdul Wahab
Khalaf). 4. Dapat membaca dan memahami kitab Mabahits fi Ulum Al Quran
(Manna'u Al Qaththan). 5. Dapat membaca dan memahami kitab Ulum Al
Hadits. Materi 1. Pengajian klasikal dan pembahasan kitab Mutamimah Al
Fiyah Ibnu Malik. 2. Pengajian klasikal dan pembahasan kitab Balaghah Al
Wadhihah. 3. Pengajian klasikal dan pembahasan kitab Ilm Ushul Al Fiqh.
4. Pengajian klasikal dan pembahasan kitab Mabahits fi Ulum Al Quran.
5. Pengajian klasikal dan pembahasan kitab Ulum Al Hadits. Kitab 1.
Kitab Alfiyah Ibn Malik pegangan 2. Kitab Balaghah Al Qadhihah. santri
3. Kitab Ilm Ushul Fiqh 4. Kitab Mabahits fi Ulum Al Quran 5. Kitab Ulum
Al Hadits. Kitab 1. Kitab-kitab yang menjadi pengangan santri pengangan
2. Kitab Uqud Al Jum'an ustadz 3. Kitab Ushul Fiqh (Abu Zahrah) 4.
Kitab Manahil Al Irfan Kualifikasi 1. Mampu memahami dan
mengaplikasikan kitab Mutamimah Al Jurumiyah (pokok) siswa 2. Mampu
memahami dan mengaplikasikan kitab Kailani. 3. Dapat membaca dan
memahami kitab Kifayatul Al Akhyar. 4. Dapat membaca dan memahami kitab
Al Fath Al Majid.
Kualifikasi 1.
Memiliki kemahiran dalam menguasai ilmu-ilmu tata bahasa Arab (Nahwu,
Sharaf dan Balaghah), Ushul Fiqh, Ulum Al Quran, dan Ulum Al Hadits. 2.
Berkepribadian dewasa, terutama dalam melaksanakan fungsinya sebagai
orang tua, in loco parentis, bagi murid-muridnya. 3. Mandiri
(independent judgment), terutama dalam mengambil keputusan yang
berkaitan dengan pembelajaran dan pengelolaan kelas. 4. Penuh rasa
tanggung jawab, mengetahui fungsi, tugas dan tanggung jawabnya sebagai
pendidik, guru dan pelatih serta mampu memutuskan sesuatu dan
melaksanakan tugasnya sesuai dengan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya,
tidak menyalahkan pihak lain dalam memikul konsekuensi dari
keputusannya terutama yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengelolaan
kelas. 5. Berwibawa, mempunyai kelebihan terhadap murid-murdinya
terutama dalam penguasaan materi pelajaran dan keterampilan mengerjakan
sesuatu dalam pembelajaran dan pengelolaan kelas. 6. Berdisiplin,
mematuhi ketentuan peraturan dan tata tertib sekolah dan kelas. 7.
Berdedikasi, memperlihatkan ketentuan dalam melaksanakan tugas
membimbing, mengajar dan melatih murid-muridnya, sebagai pengabdian atau
ibadah.
Kegiatan pendidikan
dan pengajian di Pondok Pesantren Darussalam memiliki cirri khusus,
diantaranya : 1) Takhashshus, yakni penekanan pada bidang Nahwu/Sharaf
(Tata bahasa Arab), Fiqh dan ushul Fiqh serta khazanah ilmu-ilmu klasik
lainnya. 2) Integralitas, yakni penggabungan antara sistem pendidikan
pondok pesantren (salafy) dengan sistem pendidikan formal. 3) Moderasi
dan tasamuh dalam pengamalan keagamaan, dimana Pondok Pesantren
Darussalam tidak berafiliasi kepada organisasi keagamaan tertentu dan
daham keagamaan tertentu, kecuali komitmennya kepada khiththah "kembali
kepada Al Quran dan Sunnah Rasulullah". 4) Keterbukaan dalam menyerap
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Sistem evaluasi dan
ujian pengajian di Pondok Pesantren Darussalam terdiri dari tiga jenis,
yaitu : 1. Ujian Awal dilakukan pada saat penjaringan/rekrutmen santri
baru. 2. Ujian Tengah Semester dilakukan pada pertengahan semester dan
bertujuan untuk mengetahui perkembangan kemampuan santri. 3. Ujian AKhir
Semester dilakukan pada akhir setiap tahun ajaran, dan bertujuan untuk
menentukan naik-tidaknya santri ke jenjang tingkatan selanjutnya. 4
PENDIDIKAN PRASEKOLAH, DASAR DAN MENENGAH Pendidikan formal untuk
tingkat dasar dan menengah di lingkungan Pondok Pesantren Darussalam
terdiri atas : 1. Raudhatul Atfal (RA) Lembaga ini setingkat dengan
Taman Kanak-Kanak. Lembaga ini merupakan lembaga pendidikan formal
pertama yang didirikan Pondok Pesantren Darussalam. 2. Madrasah
Ibtidaiyah (MI) Setingkat dengan Sekolah Dasar (SD) berdiri pada tahun
1954. 3. Madrasah Tsanawiyah (MTsD) Madrasah Tsanawiyah Darussalam yang
didirikan pada tahun 1968 adalah lembaga pendidikan formal setingkat
dengan SLTP. 4. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Madrasah Aliyah Negeri
(MAN) Darussalam adalah lembaga formal setingkat dengan SMA. Berdiri
1969 dan saat ini memiliki dua program pendidikan, yaitu Program Umum
dan Program Keagamaan. 5. Madrasah Aliyah Darussalam (MAD) Yaitu lembaga
pendidikan swasta setingkat SMA yang khusus mengelola Program
Keagamaan. Berdiri tahun 1955. 6. Sekolah Menengah Atas Plus (SMA-Plus)
Adalah lembaga pendidikan formal swasta yang khusus mengelola program
pendidikan menengah umum, yang didirikan pada tahun 2001. Seluruh
lembaga pendidikan formal tingkat dasar dan menengah tersebut memiliki
visi pokok untuk mewujudkan warga belajar yang beriman dan bertakwa;
menjunjung tradisi berprestasi, professional dalam layanan; serta
mengantar peserta didik memuncaki kemuliaan hidup dan kebahagiaan masa
depan. Untuk mencapai visi tersebut, lembaga pendidikan formal tingkat
dasar dan menengah mengemban misi : (1) melaksanakan pembinaan keimanan,
ketaqwaan dan kemandirian kepada peserta didik; (2) menciptakan suasana
kondusif dalam upaya mewujudkan manusia yang cerdas, terampil,
trengginas, kreatif, inovatif, dan produktif melalui kegiatan
pembelajaran yang efektif dan inovatif; (3) menumbuhkan minat dan
motivasi peserta didik dengan mengoptimalkan teknik pembelajaran dan
sumber belajar; (4) mengembangkan layanan profesinal dan manajemen yang
terbuka dalam semangat kerja sama dan keteladanan guna meningkatkan
prestasi kerja dan prestasi belajar peserta didik; (5) menyebarkan
semangat demokrasi serta inovatif dalam mengantar peserta didik
memuncaki prestasi, melambungkan daya juang bagi kemuliaan hidup dan
kebahagiaan masa depan.
5 PENDIDIKAN TINGGI
Pendidikan Tinggi (PT) di Pondok Pesantren Darussalam berbentuk
institut, dengan nama Institut Agama Islam Darussalam (IAID) yaitu
Perguruan Tinggi Agama Islam yang
menggabungkan
pendidikan akademik dengan pendidikan kepesantrenan, yaitu Pondok
Pesantren Darussalam. Pendidikan Tinggi Islam yang lahir pada tanggal 1
Juni 1970 ini sejak lama dipercaya pemerintah dan masyarakat untuk
mendidik calon-calon sarjana, ulama, cendikia, yang memiliki visi
keislaman, keilmuan, kebangsaan dan kemasyarakatan. Kepercayaan ini
dibuktikan dengan jumlah ribuan alumni yang tersebar hampir di seluruh
pelosok nusantara dalam berbagai peran dan kedudukan. Pada awal
berdirinya, IAID hanya memiliki satu fakutlas, yaitu Fakultas Syari'ah.
Kemudian melalui usaha keras, saat ini telah ada empat fakultas, yaitu
Syariah, Tarbiyah, Dakwah dan Ushuluddin; 3 program, yaitu Program D-2
PGTK/RA, Program D-2 PGMI/SD, dan Program Pascasarjana (S2). IAID
memiliki visi menghasilkan akademisi muslim yang memiliki ketajaman
intelektual, ketanggungah iman, kepekaan nurani, dan kekuatan moral.
Untuk mencapai visi tersebut, misi yang diemban IAID adalah : 1.
Melaksanakan pengajaran dan pengembangan ilmu dan nilai-nilai Islam. 2.
Memelihara tradisi keilmuan Islam dan sekaligus mendorong pembaharuan
pemikiran Islam. 3. Mengarahkan mahasiswa kepada pemilikan akhlak mulia,
pemikiran rasional, analitis, berorientasi pada pemecahan masalah, dan
berpandangan jauh ke depan. 4. Melaksanakan penelitian dalam rangka
pengembangan keilmuan dan masyarakat. 5. Memberikan kontribusi dalam
proses pembangunan, khususnya dalam kaitan dengan upaya memperkuat
landasan sipiritual, moral dan etika pembangunan. 6. Memberikan
kontribusi dalam upaya mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan umat
manusia. Fakultas dan Program yang diasuk di IAID meluputi :
Fakultas/Program Jurusan Syari'ah (S1) § Al Ahwal Al Syakhshiyyah §
Jinayah Siyasah Tarbiyah (S1) § Pendidikan Agama Islam § Pendidikan
Bahasa Arab Dakwah (S1) § Komunikasi dan Penyiaran Islam § Bimbingan dan
Penyuluhan Islam Diploma-2 § PGTK/RA § PTTK-SD/MI Pascasarjana (S2) §
Program Studi Pendidikan Islam Kegiatan pendidikan di IAID didukung oleh
sumber daya manusia yang terdiri dari Dosen Tetap sebanyak 25 orang
(Guru Besar = 1 orang; S3 = 5 orang; S2 = 7 orang; dan S1 = 12 orang)
dan Dosen Tidak Tetap sebanyak 33 orang (Guru Besar = 8 orang; S3 = 2
orang; S2 8 orang; dan S1 = 15 orang). Dari jumlah dan kualifikasi
tersebut, terlihat kekuatan sumber daya dosen di IAID. Dengan demikian
proses pembimbingan kepada mahasiswa akan lebih efektif. Dengan
pemikiran bahwa perbaikan dan pembenahan segala sisi kehidupan IAID,
tidak akan ada artinya apabila tidak disertai dengan peningkatan
kualitas kinerja sumber daya manusianya. IAID mempunyai sumber daya
manusia yang besar dari segi kuantitas, dan juga kualitasnya pun
memadai. Namun tanpa ada upaya yang memadai, maka kinerjanya juga tidak
menjadi optimal. Oleh karena itu dipandang perlu adanya peningkatan agar
kinerja tenaga edukatif optimal.
Upaya ini dilakukan
dengan cara menyekolahkan dosen-dosen tetapnya ke jenjang pendidikan
yang lebih tinggi. Untuk meningkatkan jumlah dan mutu karya akademik
dosen, disediakan Jurnal Ilmiah TAJDID yang telah memiliki ISSN:
0854-9850, dan telah terakreditasi oleh Dirjen Dikti Departemen
Pendidikan Nasional RI. (SK Dirjen Dikti Nomor 342/D3/U/2003. Kurikulum
pendidikan di IAID ditetapkan
berdasarkan visi dan
kebutuhan masyarkaat sebagai stakeholders utama. Oleh karena itu,
struktur kurikulum ditetapkan dengan prinsip keluasan, kedalaman dan
koherensi, sehingga bidang ilmu yang terkait dengan pendidikan agama
Islam diperluas dan diperdalam secara koheren. Hubungan antara MKU,
MKDK, MKK dan MKP disusun sedemikian rupa sehingga keempat kelompok
tersebut menecerminkan bidang pendidikan agama Islam secara utuh.
Bedasarkan kurikulum yang ditetapkan, maka lulusan IAID diharapkan
memiliki 4 kompetensi pokok, yaitu (1) pengetahuan dan pemahaman
(knowledge and understanding); (2) keterampilan (skill); (3) kemampuan
dan kesanggupan (ability/capability); dan (4) sikap (attitude). Dengan
semakin luasnya kesempatan bagi PT untuk menyusun kurikulum, maka
kurikulum lockal IAID ditetapkan sebanyak 40 %. Penetapan kurkulum lokal
ini didasarkan pada pertimbangan kebutuhan masyarakat di sektiar
Kabupaten Ciamis serta kepentingan internal IAID yang berada di
lingkungan pondok pesantren. Masalah pokok yang dihadapi dalam rangka
mengembangkan kurikulum sesuai visi, misi, sasaran, dan tujuan IAID
adalah masalah eksternal yaitu pengembangan dispilin ilmu di lingkungan
Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) yang belum mengacu pada paradigma
pengembangan ilmu, baik aspek ontology, epistemology maupun
aksiologinya. Ada kecenderungan bahwa pengembangan pendidikan di
lingkungan PTAI masih merujuk pada kebutuhan tenaga di lingkungan
birokrasi Negara, sehingga kurikulum yang dikembangkan belum dapat
menyentuh aspek filosofi ilmu. Meksipun ada kesempatan bagi PTAI untuk
mengelola dan mengembangkan kurlok, tetapi terhambat oleh keterbatasan
pustaka yang mutakhir. Oleh karena itu, diperlukan keseriusan
Departemen Agama dalam merumuskan Kurikulum Nasional bagi PTAI. Untuk
mengembangkan mahasiswa agar sesuai dengan kompetensi yang diharapkan,
mahasiswa IAID juga didorong untuk mengikuti kegiatan pengajian kitab
Islam klasik (Kitab Kuning) di Pondok Pesantren Darussalam. Kegiatan
pengajian yang dilaksanakan 2 kali dalam sehari ini dipandang amat
membantu meningkatkan kemampuan memahami kitab-kitab Islam klasik yang
selam ini menjadi rujuakn utama dalam setiap kajian Islam. Dengan
keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kepesantrenan, maka tingkat
efisiensi dan efektifitas pembelajaran, maka tingkat efisiensi dan
efektifitas pembelajaran untuk mata kuliah-mata kuliah yang menggunakan
pustaka utama berbahasa Arab menjadi lebih meningkat. Strategi mengajar
dan metode yang selama ini digunakan mengacu kepada teori dan konsep
pembelajaran yang secara umum digunakan di perguruan tinggi. Namun
demikian, metode mengajar yang telah lama digunakan di pondok pesantren
juga digunakan, khsuusnya untuk mata kuliah yang menggunakan buku wajib
berbahasa Arab.
6 PROGRAM
PASCASARJANA Program Pascasarjana (S-2) Program Studi Pendidikan Islam
Institut Agama Islam Darussalam (IAID) memiliki visi menghasilkan
akademisi muslim yang memiliki ketajaman intelektual, ketangguhan iman,
kepekaan nurani, dan kekuatan moral. Untuk menggapai visi tersebut,
Program Pascasarjana (S2) IAID mengemban misi : 1. Melaksanakan
pengajaran dan pengembangan ilmu dan nilai-nilai Islam. 2. Melaksanakan
kajian dan analisis kitab-kitab Islam, baik turats maupun ushry. 3.
Memelihara tradisi keilmuan Islam dan sekaligus mendorong pembaharuan
pemikiran Islam. 4. Melaksanakan Penelitian dalam rangka pengembangan
keilmuan dan masyarakat. 5. Melaksanakan
penelitian dalam
rangka pengembangan keilmuan dan masyarakat. 6. Memberikan kontribusi
dalam proses pembangunan, khususnya dalam kaitan dengan upaya memperkuat
landasan spiritual, moral dan etika pembangunan. 7. Memberikan
kontribusi dalam upaya mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan umat
manusia. Sedangkan tujuan Program ini adalah untuk : (1) melakukan
pengkajian dan analisis terhadap kitab-kitab Islam, baik klasik (turats)
maupun kontemporer ('ushry); (2) melakukan pengkajian terhadap
metodologi pemahaman dan substansi sumber-sumber ajaran Islam, khususnya
masa lahir dan proses pembentukannya, serta dapat mengkaitkannya dengan
lingkungan sosial, politik, ekonomi, budaya dan lain-lain; (3)
penyadaran tentang sejarah pemikiran Islam, suatu hubungan dialektik
antara normativitas ajaran dan historitas peradaban yang terjadi dan
berlangsung dalam panggung sejarah umat Islam; (4) apresiasi terhadap
khazanah budaya dan peradaban Islam; (5) penanaman semangat non
sektarian dan pengembangan serta pemeliharaan ukhuwah Islamiyah yang
berkonotasi dinamis dan kreatif; (6) pendalaman dan perluasan studi
perbandingan aliran-aliran pemikiran dalam Islam, antara lain guna
menghindari kecenderungan sikap anarkis dan eklusifistik; (7) pengkajian
dan pendalaman terhadap pendidikan Islam yang diinspirasi antara lain
oleh khazanah pemikiran Islam klasik sepanjang sejarah kelembagaan
pendidikan Islam. Program ini dapat diselesaikan selama 4 (empat)
semester (3 semester kuliah efektif dan 1 semester penulisan tesis);
dengan toleransi maksimal 10 (sepuluh) semester. SMT MATA KULIAH KODE
SKS I 1. Al Quran MKDU 3 2. Hadits MKDU 3 3. Sejarah Peradaban Islam
MKDU 3 4. Sejarah Pemikrian Islam MKDK 3 5. Filsafat Ilmu MKDU 3 6.
Teori-teori Ilmu Sosial MKDU 3 7. Ilmu Pendidikan MKP 3 Jumlah 21 II 1.
Epistemologi Kitab Klasik dan Kontemporer MKP 2*) 2. Filsafat Pendidikan
Islam MKDK 3 3. I
lmu Pendidikan Islam
MKDK 3 4. Sejarah Pendidikan Islam MKK 3 5. Manajemen Lembaga Pendidikan
Islam MKK 3 6. Metodologi Penelitian Pendidikan MKDK 3 Jumlah 15 III 1.
Studi Naskah Pendidikan Islam MKK 3 2. Pengembangan Kurikulum Islam
Islam MKK 2 3. Problematika Pendidikan Islam Kontemporer MKK 3 4. Bahasa
Inggris MKP 2*) 5. Bahasa Arab MKP 2*) Jumlah 8 IV Tesis MKK 6 TOTAL 50
Kompetensi yang diharapkan dari program ini adalah lahirnya Magister
Agama yang memiliki : 1. Bidang Pengetahuan a. Mempunyai pemahaman dan
pengertian tentang dasar-dasar pendidikan Islam. b. Mempunyai pemahaman
dan pengertian tentang norma dan kaidah teori dan metodologi ilmu
Pendidikan Islam. c. Mempunyai pemahaman dan pengertian tentang
perkembangan ilmu dan sistem pendidikan Islam. 2. Bidang Keterampilan a.
Terampil dalam menggali nilai-nilai universal keislaman dan
kemanusiaan. b. Terampil kedalam penerapan konsep dan teori atas
fenomena pendidikan Islam. c. Terampil dan peka dalam interpretasi teks,
konteks, dan realitas umat. 3. Bidang Kemampuan dan Kesanggupan 1.
Mampu mengidentifikasi, memformulasi, dan menyelesaikan permasalahan
yang terkait dengan penerapan dan pengembangan ilmu pendidikan Islam. 2.
Mampu merancang suatu penelitian bidang ilmu Pendidikan Islam. 3. Mampu
mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan
bidang ilmu-ilmu agama Islam. 4. Memiliki sikap dan tanggung jawab
ilmiah. 7 MA'HAD ALY Selain IAID, di Pondok Pesantren Darussalam juga
didirikan Ma'had Aly Darussalam (MAD). Ma'had Aly Darussalam memiliki
visi menghasilkan kader utama yang memiliki kemampuan memahami,
menganalisis dan memecahkan pelbagai probem sosial keagamaan secara
integratif, serta mampu menuangkannya dalam karya tulis.
Visi Ma'had Aly
Darussalam tersebut dituangkan dalam misi yang terdiri dari : (1)
melaksanakan pengajaran dan pengembangan ilmu-ilmu Islam; (2)
melaksanakan kajian dan analisis kitab-kitab Islam, baik turats maupun
'ushry; (3) memelihara tradisi keilmuan Islam dan sekaligus melakukan
pengembangan pemikiran Islam; (4) mengarahkan mahasantri kepada
pemilikan akhlak mulia, pemikiran rasional, analitis, berorientasi pada
pemecahan masalah, dan berpandangan jauh ke depan. Kegiatan perkuliahan
di Ma'had Aly Darussalam bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar,
metode analissi serta penerapannya kepada mahasantri. Untuk bisa
menamatkan program ini, mahasantri harus menyelesaikan sebanyak 148 SKS,
dengan perkiraan waktu selama enam semester. Struktur kurikulum Ma'had
Aly disetarakan dengan program Sarjana Strata Satu (S1), dimana jumlah
SKS-nya berkisar antara 144 – 160 SKS. Struktur kurikulum secara
proprosional terdiri dari 75 % ilmu-ilmu agama Islam dan 25 % ilmu-ilmu
umum. Kurikulum Program Ma'had Aly Pesantren Darussalam dibagi kepada
tiga komponen : 1. Komponen Mata Kuliah Pengantar (MKPt) 2. Komponen
Mata Kuliah Pokok (MKPk) 3. Komponen Mata KUliah Pelengkap (MKPI) 1.
Mata Kuliah Pengantar (MKPt) 1.1 Nahawu 1.2 Sharaf 1.3 Ilmu Tafsir 1.4
Ilmu Hadits 1.5 Hadits 2. Mata Kuliah Pokok (MKPk) 2.1 Ushul Fiqh I 2.2
Ushul Fiqh II 2.3 Ushul Fiqh III 2.4 Fiqih Ibadah 2.5 Fiqh Muamalah I
2.6 Fiqh Muamalah II 2.7 Fiqh Munakahat 2.8 Fiqh Jinayah 2.9 Fiqh
Siyasah 2.10 Fiqh Muqaran I 2.11 Fiqh Muqaran II 2.12 Fiqh Mawaris 2.13
Qawaid Fiqhiyyah 2.14 Ushul Fiqh Muqaran 2.15 Tarikh tasyri Al Islam
2.16 HIkmah At Tasyri wa Falsafatuh 2.17 Masail Fiqhiyyah Al Haditsah
2.18 Sistem Hukum di Indonesia 2.19 Pemikiran HUkum Islam di Indonesia
2.20 Pemikiran Modern dalam Isalm 2.21 Faslah Ilmu 2.22 Metodologi Studi
Islam 2.23 Metodologi Penelitian 2.24 Karya Tulis Ilmiah 3. Mata Kuliah
Pelengkap (MKPI) 3.1 Ilmu Balaghah 3.2 Ilmu Manthiq 3.3 Ilmu Tasawuf
3.4 Taknik Penulisan Karya Ilmiah 3.5 Ahlussunah Wal Jamah 3.6
Teori-teori Ilmu Sosial 3.7 Manajemen Pokok Pesantren 3.8 Wawasan
Kelulamaan Untuk menjadi mahasantri di Ma'had Aly Darussalam, seseorang
haruas memenuhi syarat sebagai berikut : 1. Telah lulus
serendah-rendahnya Madrasah Aliyah atau yang sederajat. 2. Lulus seleksi
(Materi seleksi : Kifayat Al Alkhyar, Al Jurumiyah, dan Al Kaliani). 8
LEMBAGA PENUNJANG Kegiatan para santri di Pesantren Darussalam
sehari-hari di samping mengikuti kegiatan pengajian di pesantren dan
kegiatan pembelajaran di madrasah, juga kegiatan-kegiatan lain yang
bersifat intra kurikuler maupun eksta kulikuler. Itulah sebabnya para
santri diberi keleluasan untuk mengikuti berbagai kegiatan ekstra, mulai
dari kegiatan seni musik, senin beladiri, seni teater, olahraga,
ketermpilan komputer, pramuka, pasikbra dan lain sebagainya. Hampir
semua santri di Pesantren Darussalam mengikuti salah satu kegiatan
ekstra tersebut di atas. Untuk lebih menghidupkan suasana pendidikan dan
kepesantrenan, di Pesantren Darussalam juga tersedia lembaga-lembaga
pendukung, yang tidak saja dimanfaatkan oleh para santri dan alumni,
tetapi juga oleh masyarakat.
Fasilitas-fasilitas
pendukung tersebut meliputi : 1. Majelis Taklim Darussalam (MTD), yang
diarahkan untuk (1) meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Al Quran
dan Hadits secara mudah dan sederhana; (2) kemauan keras dan itikad baik
masyarakat untuk mengamalkan ajaran-ajaran ahlussunah wal jamaah yang
bersumber pada Al Quran dan Sunnah Rasul itu secara ikhlas, bertahap,
dan berkesinambungan. 2. Majelis Mudzkarah Darussalam, yang bertujuan
untuk meningkatkan : (1)
kemampuan dewan guru
dalam memahami dan memberikan solusi tentang masalah-masalah dan
memberikan solusi tentang masalah-masalah keagamaan kontemporer, (2)
kemampuan dewan guru dalam mempresentasikan tulisan-tulisan ilmiah
tentang masalah-masalah keagamaan klasik (diakronik) dan kontemporer
(sinkronik). 3. Pusat Informasi Pesantren, dengan program-program (1)
penerbiatan buku-buku, jurnal-jurnal, bulletin, dan lain-lain dalam
rangka melaksanakan pendidikan dan dakwah Islam, (2) penyaluran
informasi pembangunan kepada santri dan masyarakat sekitar, (3)
penyampaian aspirasi santri dan masyarakat kepada pemerintah tentang
masalah-masalah pembangunan. 4. Ikatan Alumni Darussalam (IKADA). Suatu
ikatan yang bertujuan mengembangkan dan mewujudkan (1) alumni
Darussalam yang berperstasi tinggi di bidang pekerjaannya masing-masing,
mencitai agama, bangsa, dan negaranya, serta peduli terhadap
almamaternya, (2) terbentuknya kekompakan, kesatuan, dan keutuhan alumni
Darussalam yang peduli terhadap almamaternya, dan (3) tersebar
meluasnya informasi mengenai Darussalam di kalangan masyarakat
Indonesia. 5. Koperasi IKDAS, dengan program utama (1) terciptanya
kesadaran penuh Keluarga Besar Darussalam untuk menjadi anggota
koperasi, (2) terciptanya kesatuan ekonomi pesantren dengan
mendayagunakan potenis-potensi ekonomi yang ada di lingkungan pesantren,
yang diperuntukkan sebenar-benarnya bagi pembangunan Darussalam
disegala bidang, (4) terwujdunya asas manfaat yang besar bagi
kesejahteraan anggota koperasi. 6. Baitl Mal Wat tamwil, dengan kegiatan
utama (1) meningkatkan kesejahteraan anggota, (2) memobilisasi simpanan
anggota untuk didayagunakan untuk kepentingan usaha-usaha produktif
dalam bentuk pembiayaan-pembiayaan, (3) menerima, mengelola dan
menyalurkan dana-dana zakat. 7. Pusat Pelatihan Komputer (PPK)
Darussalam, yang memiliki tujuan (1) terbentuknya masyarakat santri yang
mengenal dan mengakrabi program-program komputer, (2) terciptanya
kemudahan bagi Keluarga Besar Darussalam dalam kegiatan surat-menyurat,
laporan, jurnal, majalah, makalah, skripsi, tesis, disertasi, dan
lain-lain, (3) terciptanya efisiensi dan kecepatan dalam pengelolaan
unit-unit adminisrasi kelembagaan. Pelatihan komputer di Pesantren
Darussalam didukung oleh 20 unit komputer, berbasis windows, dengan
berbagai program pelatihan mulai dari pengetikan dokumen, spreadsheet,
desain web, grafis dan lain sebagainya. 8. Sanggar Seni Musik dan
Beladiri yang dimaksudkan untuk melengkapi kegiatan santri sehari-hari
yang banyak bergelut dengan ilmu-ilmu, sehingga para santri terhindar
dari kejenuhan dan rutinitas. Sanggar seni musik yang ada adalah
Qasidah Al Wardah yang memfokuskan pada irama gambus dan padang pasir;
Qadhisia Band yang mengembangkan irama musuk pop, rock, dan jazz yang
bernuansa Islami, dan seni Nasyid Al Andalusi. Pengembangannya
diarahkan pada penggalian seni musik Islami yang khas pesantren untuk
memperkaya khazanah musik Indonesia. Sedangkan Sanggar Seni Beladiri
yang ada adalah Saslaridha yang mengonsentrasikan diri pada seni olah
pernapasan sebagai alat penyembuhan para penderita sakit dan juga alat
untuk menjga kesehatan, serta utuk membela diri bila terjadi
penyerangan. Pengembangannya diarahkan pada peningkatan derajat
kesehatan santri sebagai upaya mencerdaskan dan menyejahterakan
kehidupan mereka.
Pengembangan Sangar Seni Musik dan
Beladiri ini tentu saja disesuaikan dengan irama pembanguan Pesantren
Darussalam. Artinya, fokus utama pendidikan pesantren adalah
tafaqquhifiddin, sedangkan yang lain-lainnya (termasuk sanggar seni
musik dan beladiri bersifat komplementer). Selain lembaga-lembaga
pendukung tersebut di atas, juga masih terseida fasilitas lainnya,
seperti Warung Serba Ada (Waserda), Warung Telekomunikasi (Wartel),
kantin santri, dan lain-lain.
Diberdayakan oleh Blogger.












